Blog. Masih Relevankah?

blog, word, letters-372771.jpg

Mumpung libur semester sudah tiba, saya memanfaatkan waktu luang ini dengan membangun blog pribadi saya lagi yang sudah sekian lama saya tinggalkan.

Saya tidak tahu apakah blog di 2022 ini, yang kebanyakan orang sudah beralih menjadi content creator (yang kebanyakan bikin video), masih dilirik.

Atau sekadar dibaca. Alih-alih dinikmati.

Tapi kemarin saya tidak sengaja menemukan salah satu artikel di Quora yang menjawab pertanyaan di atas.

Dan saya mengiyakan jawaban tersebut.

Saya merasakan hasrat naluriah yang disebutkan oleh Rinaldi di artikel itu.

Meski pada awal-awal mengenal blog, tujuan utama yang saya cari adalah menghasilkan uang dari akivitas ngeblog.

Tujuan itu berubah seiring waktu.

Saya butuh aktualisasi diri dalam bentuk tulisan.

Dan saya merasa ini sudah menjadi takdir saya untuk terus menulis.

Meski di dalam lubuk hati saya masih ada harapan suatu saat bisa menulis buku.

Tapi saya tidak bisa berjanji bahwa apa yang saya rasakan saat ini akan bertahan atau akan berubah lagi di masa depan.

Intinya yang saya tekankan di sini, saya sudah memulai lagi aktivitas ngeblog di tengah maraknya konten-konten video di berbagai platform.

Ditambah adanya fitur video pendek yang mereka sediakan.

Entah saya akan bertahan sampai kapan.

Kita lihat nanti.

1 komentar untuk “Blog. Masih Relevankah?”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top